Etika dan Perkembangannya

Pengertian Etika

Etika berasal dari Yunani Kuno: “ethikos”, berarti “timbul dari kebiasaan” adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.

PENGERTIAN ETIKA MENURUT PARA AHLI

Para ahli telah mendefinisikan etika dalam beberapa definisi yang berbeda :

Mustafa

Pengertia etika menurut Mustafa sebagai ilmu yang menyelidiki terhadap perilaku mana yang baik dan yang buruk dan juga dengan memperhatikan perbuatan manusia sejauh apa yang telah diketahui oleh akal pikiran.

Ahmad Amin

Menurut Ahmad Amin etika merupakan suatu ilmu yang menjelaskan tentang arti baik dan buruk serta apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia, juga menyatakan sebuah tujuan yang harus dicapai manusia dalam perbuatannya dan menunjukkan arah untuk melakukan apa yang seharusnya didilakukan oleh manusia.

Aristoteles

Berdasarkan pandangan Aristoteles etika kedalam dua pengertian yakni:

Terminius Technicus & Manner and Custom. Terminius Technicus ialah etika dipelajari sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari suatu problema tindakan atau perbuatan manusia.

Manner and custom ialah suatu pembahasan etika yang terkait dengan tata cara & adat kebiasaan yang melekat dalam kodrat manusia (in herent in human nature) yang sangat terikat dengan arti “baik & buruk” suatu perilaku, tingkah laku atau perbuatan manusia.

Bertens

Pengertian Etika Bertens merupakan nilai dan norma moral yang menjadi acuan bagi manusia secara individu maupun kelompok dalam mengatur segala tingkah lakunya.

Drs. H. Burhanudin Salam

Pengertian etika Drs. H. Burhanudin Salam ialah suatu cabang ilmu filsafat yang berbicara tentang nilai -nilai dan norma yang dapat menentukan perilaku manusia dalam kehidupannya.

Drs. O.P. Simorangkir

Etika menurut Drs. O.P. Simorangkir adalah pandangan manusia terhadap baik dan buruknya perilaku manusia.

Drs. Sidi Gajabla

Menurut Drs. Sidi Gajabla pengertan etika dipandang sebagai teori tentang perilaku atau perbuatan manusia yang dipandang dari segi baik & buruknya sejauh mana dapat ditentukan oleh akal manusia.

James J. Spillane SJ

Etika menurut James J. Spillane SJ adalah mempertimbangkan atau memperhatikan tingkah laku manusia dalam mengambi suatu keputusan yang berkaitan dengan moral. Etika lebih mengarah pada penggunaan akal budi manusia dengan objektivitas untuk menentukan benar atau salahnya serta tingkah laku seseorang kepada orang lain.

Hamzah Yakub

Hamzah Yakub memandang etika sebagai adalah menyelidiki suatu perbuatan mana yang baik dan mana yang buruk.

Martin

Definisi etika menurut Martin suatu disiplin ilmu yang berperan sebagai acuan atau pedoman untuk mengontrol tingkah laku atau perilaku manusia.

Maryani dan Ludigdo

Maryani dan Ludigdo mengartikan etika sebagai seperangkat norma, aturan atau pedoman yang mengatur segala perilaku manusia, baik yang harus dilakukan dan yang harus ditinggalkan yang dianut oleh sekelompok masyarakat atau segolongan masyarakat.

Prof. DR. Franz Magnis Suseno

Etika menurut pandangan Prof. DR. Franz Magnis Suseno merupakan suatu ilmu yang memberikan arahan, acuan dan pijakan kepada tindakan manusia.

J. S. Poerwadarminto

Pengertian etika merupakan ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak atau moral.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengertian etika adalah ilmu tentang baik dan buruknya perilaku, hak dan kewajiban moral; sekumpulan asa atau nila-nilai yang berkaitan dengan akhlak; nilai mengenai benar atau salahnya perbuatan atau perilaku yang dianut masyarakat. 

PRINSIP-PRINSIP ETIKA

Dalam peradaban sejarah manusia sejak abad keempat sebelum Masehi para pemikir telah mencoba menjabarkan berbagai corak landasan etika sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Para pemikir itu telah mengidentifikasi sedikitnya terdapat ratusan macam ide agung (great ideas). Seluruh gagasan atau ide agung tersebut dapat diringkas menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran.

1)   Prinsip Keindahan

Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja. 

2)   Prinsip Persamaan

Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.

3)   Prinsip Kebaikan

Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.

4)   Prinsip Keadilan

kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.

5)   Prinsip Kebebasan

sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain. Untuk itu kebebasan individu disini diartikan sebagai:

  • kemampuan untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan.
  • kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melaksana-kan pilihannya tersebut.
  • kemampuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

 

6)   Prinsip Kebenaran

Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.

Semua prinsip yang telah diuraikan itu merupakan prasyarat dasar dalam pengembangan nilai-nilai etika atau kode etik dalam hubungan antarindividu, individu dengan masyarakat, dengan pemerintah, dan sebagainya. Etika yang disusun sebagai aturan hukum yang akan mengatur kehidupan manusia, masyarakat, organisasi, instansi pemerintah, dan pegawai harus benar-benar dapat menjamin terciptanya keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran bagi setiap orang.

 

PERKEMBANGAN ETIKA BISNIS

Berikut perkembangan etika bisnis menurut Bertens (2000):

  1. Situasi Dahulu

Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur.

  1. Masa Peralihan

Tahun 1960-an ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan terhadap establishment (kemapanan). Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama Business and Society. Topik yang paling sering dibahas adalah corporate social responsibility.

  1. Etika Bisnis Lahir di AS

Tahun 1970-an sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di AS.

  1. Etika Bisnis Meluas ke Eropa

Tahun 1980-an di Eropa Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Terdapat forum pertemuan antara akademisi dari universitas serta sekolah bisnis yang disebut European Business Ethics Network (EBEN).

  1. Etika Bisnis menjadi Fenomena Global: tahun 1990-an tidak terbatas lagi pada dunia Barat. Etika bisnis sudah dikembangkan di seluruh dunia. Telah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics(ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo.

 

GOVERNANCE SYSTEM

 

Ethical Governance (Etika Pemerintahan) adalah Ajaran untuk berperilaku yang baik dan benar sesuai dengan nilai-nilai keutamaan yang berhubungan dengan hakikat manusia. Dalam Ethical Governance (Etika Pemerintahan) terdapat juga masalah kesusilaan dan kesopanan ini dalam aparat, aparatur, struktur dan lembaganya. Kesusilaan adalah peraturan hidup yang berasal dari suara hati manusia. Suara hati manusia menentukan perbuatan mana yang baik dan mana yang buruk, tergantung pada kepribadian atau jati diri masing-masing. Manusia berbuat baik atau berbuat buruk karena bisikan suara hatinya (consience of man).
Kesusilaan mendorong manusia untuk kebaikan akhlaknya, misalnya mencintai orang tua, guru, pemimpin dan lain-lain, disamping itu kesusilaan melarang orang berbuat kejahatan seperti mencuri, berbuat cabul dan lain-lain. Kesusilaan berasal dari ethos dan esprit yang ada dalam hati nurani. Sanksi yang melanggar kesusilaan adalah batin manusia itu sendiri, seperti penyesalan, keresahan dan lain-lain. Saksi bagi mereka yang melanggar kesopanan adalah dari dalam diri sendiri, bukan dipaksakan dari luar dan bersifat otonom. Kesopanan adalah peraturan hidup yang timbul karena ingin menyenangkan orang lain, pihak luar, dalam pergaulan sehari-hari bermasyarakat, berpemerintahan dan lain-lain. Kesopanan dasarnya adalah kepantasan, kepatutan, kebiasaan, keperdulian, kesenonohan yang berlaku dalam pergaulan (masyarakat, pemerintah, bangsa dan negara). Kesopanan disebut pula sopan santun, tata krama, adat, costum, habit. Kalau kesusilaan ditujukan kepada sikap batin (batiniah), maka kesopanan dititik beratkan kepada sikap lahir (lahiriah) setiap subyek pelakunya, demi ketertiban dan kehidupan masyarakat dalam pergaulan. Tujuan bukan pribadinya akan tetapi manusia sebagai makhluk sosial (communal, community, society, group, govern dan lain-lain), yaitu kehidupan masyarakat, pemerintah, berbangsa dan bernegara. Sanksi terhadap pelanggaran kesopanan adalah mendapat celaan di tengah-tengah masyarakat lingkungan, dimana ia berada, misalnya dikucilkan dalam pergaulan. Sanksi dipaksakan oleh pihak luar (norma, kaedah yang ada dan hidup dalam masyarakat). Sanksi kesopanan dipaksakan oleh pihak luar oleh karena itu bersifat heretonom. Khususnya dalam masa krisis atau perubahan, prinsip pemerintahan dan fundamental etikanya di dalam masyarakat sering kali dipertanyakan dan kesenjangan antara ideal dan kenyataan ditantang. Belum lagi, kita mengerti diskusi Etika Pemerintahan sebagai diskursus berjalan dalam pengertian bersama tentang apa yang membuat pemerintahan itu baik, dan langkah konkrit yang mana yang harus dilakukan dalam rangka berangkat dari konsensus bersama ke pemerintahan praktis itu adalah indikator demokrasi dan masyarakat multidimensi.

Referensi:

http://www.sumberpengertian.com/pengertian-etika

https://ikamaullydiana.wordpress.com/2013/12/09/etika-profesi-akuntansi-2/

https://melvinaliciouz.wordpress.com/2012/03/27/etika-bisnis-dan-perkembangannya/

http://albantantie.blogspot.co.id/2013/10/ethical-governance.html

Advertisements

Jangan Salahkan Jilbabnya (2)

RAKERBAR_4171

Setelah kemarin kita diskusi bahwa wanita berjilbab bukanlah malaikat yang bebas dosa, mari kita telisik kembali tentang ‘wanita berjilbab’ lebih dalam. Ada lagi fikiran atau ucapan mengenai wanita berjilbab, seperti…
.
.
“Jilbabnya panjang banget, kayak ibu-ibu aja” “Gamisnya tuh kepanjangan sampe nyapu jalanan” “Digaya-gayain dong jilbabnya!” “Itu jilbab apa taplak meja? Panjang banget” “Duh jangan panjang-panjang deh jilbabnya, serem!” “Sok eksklusif banget sih!” “Aliran apa yg jilbabnya panjang-panjang gitu?” “Ih cadaran, gimana cara ngomong sama orang lain?” “Islam garis keras nih kayaknya! (Islam gaada versi keras ato lembut :’D )”
.
.
.
Dan segala macam ucapan-ucapan yang mengganggap bahwa “jilbab panjang-gamis-cadar” itu ‘aneh’, ‘eksklusif’ dan segala macam fikiran lainnya.

Setelah kita tahu bahwa jilbab adalah kewajiban bukan pilihan. Maka, kita telisik kembali, jilbab seperti apa yang sesuai aturan? Bukankah jika kita melakukan sesuatu harus sesuai aturan? Hal kecil saja. Harus berseragam sekolah yang rapi ketika bersekolah. Lalu kita mengikutinya. Karena apa? Itu aturan. Melanggar? Pasti dapat hukuman.

Dan aturan yang Dia buat bukan tanpa alasan. Melainkan untuk penjagaan. Menutupi dada, tidak membentuk lekuk tubuh, tidak transparan dan tidak menyerupai kaum laki-laki. Hanya itu. Selebihnya? Itu sunnah.

Jilbab panjang atau yang lebih dikenal jilbab syar’i bukan tanda tingkat keimanan dan ketaqwaan seseorang.

Lagi. Lagi. Dan lagi. Mereka bahkan diri ini yang berjilbab syar’i tidak pernah luput pula dalam kesalahan, maka berhenti ‘salahkan jilbabnya’. Jilbab syar’i bukan maksud untuk menarik diri dari lingkungan, namun menjaga diri dari sentuhan dan tatapan yang tidak semestinya.

Jilbab syar’i bukan berarti tidak mengenal gaya. Namun, bergaya dengan sesuai aturanNya. Lagipula saat ini jilbab syar’i instant sudah jadi ‘trend’ kekinian.

Jilbab syar’i bukan berarti menandakan kesempurnaan yang memakainya, melainkan penjagaan dari melakukan sifat buruk pemakainya.

Semoga menjadi pengingat untuk kita-terutama yg menulis untuk selalu berprogres ke arah kebaikan 😊

Accounting Fraud Case

accounting-scandals
Accounting Fraud Case atau dalam bahasa Indonesia adalah kasus kecurangan akuntansi seringkali terjadi di lingkup nasional bahkan internasional. Mengapa disebut ‘kecurangan’ sudah pasti ada hal yang tidak sesuai dengan aturan. Aturan yang berlaku dalam akuntansi salah satunya ada dalam ‘Etika Profesi Akuntansi’. Kasus yang diangkat dalam tulisan ini adalah kasus yang terjadi di United States of America, yang dilakukan oleh Bernie Madoff.
“Jika ada kasus penipuan investasi mencuat, maka ingatan orang langsung melayang ke Bernie Madoff. Ia sukses memikat para pesohor dan lembaga keuangan internasional untuk menanamkan investasi sebelum akhirnya melenyapkannya.” – tirto.id
Bernie Madoff dicatat dalam sejarah sebagai pelaku penipuan investasi sepanjang sejarah. Ia berhasil menarik investor-investor ‘besar’ sehingga mau menitipkan ribuan hingga jutaan dolar uangnya kepada Madoff. Namun ternyata, uang itu tidak pernah  diinvestasikan, melainkan hanya ‘gali lubang tutup lubang’ melalui Skema Ponzi. Hasilnya, 65 miliar dolar dana investor tersapu.

Bernard Madoff, kelahiran New York, 29 April 1938 mulai mendirikan perusahaan investasi pada 1960. Saat itu Bernie memiliki modal 5.000 dolar hasil tabungannya selama bekerja, dan 50.000 dolar pinjaman dari keluarganya, Madoff dan istrinya, Ruth Alpern mendirikan Bernard L. Madoff Investment Securities, LLC. Dalam sebuah investasi, kepercayaan dan reputasi adalah hal yang mutlak. Bernard Madoff alias Bernie Madoff pada awalnya memiliki kedua hal itu. Kepercayaan itu diraihnya berkat perusahaan investasi yang dirintisnya.

Perusahaan Madoff menjanjikan imbalan dengan nilai yang besar dan bisa dipertanggungjawabkan.  Kliennya pun secara cepat meluas karena imbalan dengan hasil yang besar menyebar dari mulut ke mulut. Para pesohor seperti Steven Spielberg, Larry King, hingga Kevin Bacon, serta lembaga keuangan besar akhirnya ikut ‘menitipkan’ uangnya kepada Madoff. Hingga akhir 1980, perusaaannya menangani lebih dari 5 persen volume perdagangan di New York Stock Exchange.

Kepercayaan investor semakin besar karena Madoff juga berperan besar dalam merintis Nasdaq.  Ia juga pernah berada di National Association of Securities Dealers dan menjadi penasihat untuk Securities and Exchange Commission untuk perdagangan surat berharga.

Ketidakberesan terkait investasi Madoff mulai ‘tercium’ pada 2008. Ketika para investor memberi tahu anak-anak Madoff yang juga menjadi pengurus perusahaan bahwa Madoff berencana memberikan bonus jutaan dolar lebih awal dari jadwal. Para investor ingin tahu dari mana uang itu berasal. Menyadari adanya ketidakberesan, di tengah suasana krisis yang sedang melanda di Amerika, para investor kemudian menarik dananya secara bersamaan. Sayangnya, uang sudah tidak ada dan Madoff tak bisa mengembalikan dana mereka.

Madoff akhirnya mengakui bahwa salah satu cabang perusahaannya sebenarnya melakukan Skema Ponzi. Ia ditangkap pada Desember 2008. Madof dikenakan 11 tuntutan. Setelah melalui serangkaian proses di pengadilan, Madoff akhirnya diganjar 150 tahun penjara. Sementara itu, proses pengembalian dana investor masih terus berlangsung. Hingga Oktober 2016, nilai klaim yang diterima sebesar $15,08 miliar. Dari jumlah itu, yang sudah didistribusikan baru $2,19 miliar. Selebihnya, para investor masih harus menunggu proses yang panjang dan belum mengetahui kapan kembalinya.

Kasus Bernie Madoff ini menurut penulis telah melanggar Etika Profesi Akuntansi prinsip kedua, yaitu publik dan prinsip ketiga, yaitu integritas. Karena perusahaan sudah tidak dapat menunjukan komitmen atas profesionalisme kepada publik (masyarakat umum). Perusahaan pun telah menurunkan nilai integritas perusahaan dengan melakukan kebohongan yang sangat besar kepada masyarakat.
Sumber: http://www.tirto.id dan www.accounting-degree.org/scandals/

“Jangan Salahkan Jilbabnya (1)”

WhatsApp-Image-20160710 (45)

Seringkali kita mendengar celoteh dari beberapa orang yang bilang… “Make jilbab tapi masih suka ngomongin orang, mending gausah!”, “Make jilbab buka tutup, mending buka aja sekalian” “Jilbab panjang tapi suka pulang malem”, “Make cadar aneh banget”, “Make jilbab tapi akhlaknya belum bener”, “Kerdus lo!”, “Ih masa berjilbab tapi kelakuannya kayak gitu”.

Dan segala hal celoteh lainnya yang seakan-akan mendiskreditkan perempuan yang berjilbab. Padahal, perintah berjilbab tak berbeda dengan perintah shalat. Samasama kewajiban. Bukan pilihan. Ingin pakai atau tidak.
.
.
Berhenti memaki mereka-termasuk diri ini yang masih berusaha menyelaraskan antara pakaian dan hati.

Berhenti menghujat mereka-termasuk diri ini yang masih berprogres memperbaiki diri.

Berhenti berfikir bahwa para wanita berjilbab malaikat yang bebas dari salah. Mirisnya ketika kita salah, justru jilbabnya lah yang disalahkan.

Wanita berjilbab belum tentu baik, tapi wanita baik sudah pasti berjilbab.

Yuk berprogres ke arah lebih baik. Karena syurgaNya terlalu luas hanya untuk konsumsi pribadi 😊

#Inspired by @momalula

“Etika Profesi Akuntansi”

etika-1

Kode Etik Ikatan Akuntansi Indonesia

Etika profesional dikeluarkan oleh organisasi profesi untuk mengatur perilaku anggotanya dalam menjalankan praktik profesinya bagi masyarakat. Etika profesional bagi praktik akuntan di Indonesia disebut dengan istilah kode etik dan dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia, sebagai organisasi profesi akuntan. Dalam kongresnya tahun 1973, Ikatan Akuntan Indonesia untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan di Indonesia. Kode etik ini kemudian disempurnakan dalam kongres IAI tahun 1981 dan tahun 1986, dan kemudian diubah lagi dalam kongres IAI tahun 1990, 1994, dan 1998. Pembahasan mengenai kode etik profesi akuntan ini didasarkan pada Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia yang ditetapkan dalam Kongres VIII tahun 1998.

Kerangka Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia

Kode Etik IAI dibagi menjadi empat bagian berikut ini: (1) Prinsip Etika, (2) Aturan Etika, (3) Interpretasi Etika), dan (4) Tanya Jawab. Prinsip Etika memberikan rerangka dasar bagi Aturan Etika yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres IAI dan berlaku bagi anggota IAI, sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Kompartemen dan hanya mengikat anggota Kompartemen yang bersangkutan. Interpretasi Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Pengurus Kompartemen setelah memerhatikan tanggapan dari anggota dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya, sebagai panduan penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya. Tanya dan Jawab memberikan penjelasan atas setiap pertanyaan dari anggota Kompartemen tentang Aturan Etika beserta interpretasinya. Dalam Kompartemen Akuntan Publik, Tanya dan Jawab ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik.

Prinsip Etika Profesi Ikatan Akuntan Indonesia

Berikut ini dicantumkan Prinsip Etika Profesi Ikatan Kauntan Indonesia yang diputuskan dalam Kongres VIII tahun 1998.

PRINSIP ETIKA PROFESI

IKATAN AKUNTANSI INDONESIA

Mukadimah

01 Keanggotaan dalam Ikatan Akuntansi Indonesia bersifat sukarela. Dengan menjadi anggota, seorang akuntan mempunyai kewajiban untuk menjaga disiplin diri di atas dan melebihi yang disyaratkan oleh hukum dan peraturan.

02 Prinsip Etika Profesi dalam Kode Etik IAI menyatakan pengakuan profesi akan tanggung jawabnya kepada publik, pemakai jasa kauntan dan rekan. Prinsip ini memandu anggota dalam memenuhi tanggung jawab profesionalnya dan merupakan landasan dasar perilaku etika dan perilaku profesionalnya. Prinsip ini meminta komitmen untuk berperilaku terhormat, bahkan dengan pengorbanan keuntungan prbadi.

Prinsip Kesatu: Tanggung Jawab Profesi

Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.

Prinsip Kedua: Publik

Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.

Prinsip Ketiga:  Integritas

Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.

Prinsip Keempat: Objektivitas

Setiap anggota harus menjaga obyektivias dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.

Prinsip Kelima: Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling mutakhir.

Prinsip Keenam: Kerahasiaan

Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.

Prinsip Ketujuh: Perilaku Profesional

Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.

Prinsip Kedelapan: Standar Teknis

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.

 

Sumber:

-Mulyadi.2014.Auditing Edisi 6.Jakarta: Salemba Empat
– google.com (untuk gambar)

Behind of Name, “Shabrina Nabila Rizkiana”

Hai! Would you mind knowing me closer? You have to read it carefully 🙂

WhatsApp-Image-20160710 (13)

Hai! My Name is Shabrina Nabila Rizkiana. Usually people call me “Shabi”. I was born on July 26th 1996, so it means this year i am going to twenty one years old. ‘Twenty One’. It isn’t called ‘young’ again. In my life, i have two supermans and two angels. Two supermans are my old brother and my young brother. Why i called them superman? Because, everystep in my life they are always protect me very well. Like my old brother do, he is always ask me where will i go. And my young brother, he is so kind. He is always help me in everythings.I am very glad for having them in my life. For me, they are my supermans who always beside me. And for my angels, they are my mother and my sister. Especially my angel is my mother, because she is the best woman that i have ever seen. And my sister, is my angel too. She is always protect me too like my brothers, but she never show it. She shows that she love me by giving me many things when i need it.

Most of people always say that me is talkactive, i agree about that. I love speak , but sometimes i can be quiet when i am alone or no friends around me just people who i know ordinary. Perhaps many people do that too. But, i have bad characteristic, sometimes i did everything late, i arrived at campus late, did homework late or can’t be on time. I realize about that, i do apologize too, perhaps because of me, there are people who are disadvantage. I will try better everyday, when people say we are meet on 7 a.m, i must attend on 7 a.m or 6.45. Time is so valuable, so i must spend it well. Because we’ll never know when our time is stopping.

I love traveling so much. Although, i am not yet feel many places, but i love to go to new place. I love knowing something new. I love traveling because when i go to new place, i will get something new. For example, when i went to Taman Mini Indonesia Indah, it’s popular place, isn’t it? But i love going there! On there, i can know about everything because there are many museums. My dream is I can go to many places in Indonesia first. I want to visit Yogya, Lombok, Aceh and Raja Ampat too. I love hiking too (although i never try it hehe). For me, when we go around the world, we can see everything that we never imagine.

I love knowing new someone too. I am an extrovert person, exactly! Because i can adapt in new place fastly. I think i match to work with many people. So, one of my activity is always meet people. What is it? Yaps, there is teaching. Yaa, I love teaching so much. I love teach everything, whatever knowledge that i have, i want to share it, although i am not yet having many knowledges. I love teach, i love speak in front of many people. My dream is I want to be trainer or motivator, i wanna be educator too, I want concern in education. For me, education can change everything of life, such as style of life, point of view, the way in solving problems and education can manage the way people talk with other too.

Most of people in the world want to have beautiful future in their life, so I do. Honestly, i want to be Child Psychologist. Nothing is imposible, isn’t it? I want to be child psychologist because everytime i saw children i saw treasure of nation. And i feel every children who i meet, i want to help them to be smart child in their life. So, because of it, i love teach. Not only want to teach children, i want to share with all parents too. I want to discuss about ‘How to be Good Parents’ or ‘How to educate child well’. For me, if parents can educate well, there will children who have good attitude. Because, the best lesson was getting from ‘Family’. I hope when i graduate from Gunadarma University, i can learn about psychology, so that i can share knowledge about children and parents.

Hari ini aku pengecut!

Terlampau sering diri ini lama dalam bergerak. Santai dalam bertindak. Selalu merasa ‘semua akan baik-baik saja’. Yaa, itu benar. Namun, hasil takkan pernah menghianati proses. Proses apa yang aku perjuangkan?? Dalam hati menelisik lebih jauh, bahwa apa yang diri ini harapkan takkan sebanding dengan apa yang diperjuangkan. Makin hari makin merasa, bahwa diri ini tak ubahnya hanya seonggok daging yang masih jauh dari kata ‘baik’. Kapan ingin berubah? Pertanyaan yang selalu terbesit dalam sanubari dan selalu menjadi penyemangat-namun sayang hanya sesaat.

Dan makin menyayat hati ketika hari mulai berganti bulan hingga tahun, sampai pada titik pergantian usia. Hmm. Rasanya. Aku ingin mati saja. Dibandingkan hidup dalam kesia-sian tak berujung.

Aku pengecut! Takut akan keadaan yang buruk. Risau dengan posisi yang tak pasti. Gelisah akan segala kemungkinan yang padahal belum terjadi. Selalu berandai-andai akan kebahagiaan padahal tak pernah memperjuangkannya.

Baiklah. Cukup sudah mencaci diri. Takkan berarti jika tanpa perubahan kualitas diri. Tuhan, bimbing diri ini yang hatinya sulit sekali dimengerti.